Cegah ASN Beli Tabung Gas Bersubsidi, Bupati HSS Larang Anak Buahnya Gunakan Gas Melon

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, KANDANGAN –Bupati Hulu Sungai Selatan Drs H Achmad Fikry mengimbau para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) tidak menggunakan gas melon ukuran 3 Kg. Arahan khusus yang ditujukan kepada pegawai negeri sipil mencegah kelangkaan serta tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu.

“Pejabat dan ASN di Kabupaten HSS harus menggunakan tabung 5,5 Kg atau 12 Kg saja. Karena tabung gas melon tiga kilogram jatah untuk masyarakat miskin,” pintanya disela-sela pelantikan pengurus Dekranasda dan GNOTA Kabupaten HSS masa bakti 2018-2023 di pendopo Kabupaten HSS, Kamis (11/10) siang tadi.

BACA JUGA :  Menejelang Haul Guru Sekumpul, Bidang SDA Lakukan Perbaikan Saluran Drainase.

Menurut Fikry, LPG 3 Kg bersubsidi ditujukan untuk masyarakat yang kurang mampu. Sedangkan ASN dinilai berpenghasilan cukup dan mampu. Harusnya malu menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi yang memang bukan untuk ASN.

Beberapa hari lalu Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Disdag HSS) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan gas elpiji 3 Kg di kawasan Nagara, Kecamatan Daha.

Kepala Dinas Perdagangan HSS M Sufiani melalui Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan HSS, M Afif menjelaskan sidak yang dilakukan di sejumlah pangkalan gas elpiji 3 Kg di kawasan Nagara, Kecamatan Daha sebagai antisipasi adanya isu terjadi kelangkaan dan kenaikan harga.

BACA JUGA :  Putra Sampoerna Beri Beasiswa S1 ke Arizona 

“Dari hasil sidak di beberapa pangkalan pasokan gas memang banyak yang habis,” ujarnya.

Pengakuan dari pangkalan gas melon dijual per tabungnya dari harga Rp 17.500 sampai Rp 20 ribu. “Tapi dari pengakuan warga gas 3 Kg dibeli sudah di atas Rp 20 ribu,” tutur Afif. (mbur)

Baca Juga