BerandaBanjarbaruBatas Wilayah hingga Kecamatan Inklusif Jadi Fokus Rakor Camat dan Lurah Banjarbaru

Batas Wilayah hingga Kecamatan Inklusif Jadi Fokus Rakor Camat dan Lurah Banjarbaru

headline9.com, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Lurah se-Kota Banjarbaru di Aula Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (25/6/2026). Rakor yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, itu membahas evaluasi pelayanan publik, penyelesaian batas wilayah antar-kelurahan, hingga penguatan konsep kecamatan inklusif.

Dalam rakor tersebut, penyelesaian batas wilayah antar-kelurahan menjadi salah satu agenda utama. Untuk memastikan pemetaan yang akurat dan memiliki kepastian hukum, Pemkot Banjarbaru menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Sekda Banjarbaru Sirajoni menegaskan, kejelasan batas wilayah sangat penting untuk mencegah potensi konflik sosial maupun persoalan administrasi di kemudian hari.

BACA JUGA :  Kejari Banjarbaru Isi HBA ke-60 dengan Berbagai Kegiatan

Menurutnya, sinergi antara camat, lurah, tim ahli ULM, tim ahli Wali Kota, dan BPN diharapkan mampu mempercepat penyusunan batas wilayah yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Selain persoalan batas wilayah, rakor juga membahas peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih inklusif. Pemerintah Kota Banjarbaru mendorong seluruh kecamatan dan kelurahan menjadi ruang pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas, kelompok rentan, dan lanjut usia.

Konsep Kecamatan Inklusif tersebut diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas fisik yang memadai, tetapi juga melalui peningkatan kualitas pelayanan birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan seluruh masyarakat.

BACA JUGA :  Wali Kota Banjarbaru Lantik Ratusan Pejabat

Dalam arahannya, Sirajoni menyampaikan apresiasi kepada seluruh camat dan lurah yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan pemerintahan di tingkat wilayah.

Ia juga menekankan tiga fokus utama yang harus terus diperkuat, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi, peningkatan kepekaan terhadap persoalan sosial dan lingkungan, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap koordinasi antarpemerintah wilayah semakin solid sehingga berbagai program pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

- Advertisment -
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular