headline9.com – MARTAPURA – Sejumlah produk UMKM Kabupaten Banjar mulai menjalani kurasi untuk masuk jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, menandai upaya pemerintah daerah memperluas akses pasar produk lokal.
Fasilitasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemasaran. Pelaku usaha terlebih dahulu didorong memenuhi sejumlah persyaratan dasar, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), P-IRT, sertifikasi halal hingga hak kekayaan intelektual.

Pemkab Banjar melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) memberikan fasilitasi layanan perizinan terpadu secara gratis bagi pelaku UMKM.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mengubah UMKM dari usaha yang sekadar bertahan menjadi usaha yang memiliki standar dan mampu bersaing.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUMPP Kabupaten Banjar Rudy Mulyadi mengatakan legalitas menjadi salah satu fondasi penting sebelum produk didorong memasuki pasar yang lebih luas.
Sebab, jaringan ritel modern tidak hanya melihat produk dari sisi rasa atau tampilan. Pelaku usaha juga harus mampu memenuhi standar kualitas, kemasan, masa simpan, kontinuitas pasokan dan pencatatan usaha.
Puluhan produk lokal, mulai makanan beku (frozen food) hingga makanan ringan olahan, telah mendapatkan izin kurasi dan dipasarkan secara komersial melalui jaringan ritel modern.
Bagi pelaku usaha mikro, masuknya produk ke jaringan ritel menjadi lebih dari sekadar tambahan tempat berjualan. Proses kurasi sekaligus menjadi ujian untuk meningkatkan standar produksi.
Pelaku usaha dituntut menjaga kualitas produk secara konsisten, memastikan ketersediaan barang serta memperbaiki kemasan agar sesuai dengan karakter pasar modern.
“UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang enak atau menarik. Ketika masuk ke pasar yang lebih luas, ada standar yang harus dipenuhi,” kata Rudy.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Banjar. Dari 74.757 pelaku UMKM yang terdata, sekitar 99,89 persen masih berada dalam kategori usaha mikro. Karena itu, akses pasar diposisikan sebagai bagian dari proses pembinaan. Semakin tinggi standar pasar yang dapat dipenuhi, semakin besar pula peluang pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan skala bisnis.
Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu bagi produk lokal Banjar untuk tidak hanya beredar di pasar tradisional dan lingkungan sekitar, tetapi mampu menjangkau pasar regional hingga pasar yang lebih luas.






