Home » Kabupaten Banjar Dinilai Terbaik Gerakan Menuju 100 Smart City

Kabupaten Banjar Dinilai Terbaik Gerakan Menuju 100 Smart City

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

headline9.com, MARTAPURA – Kabupaten Banjar patut berbangga dan menaruh harapan besar pada program Gerakan 100 Smart City 2020. Pasalnya berdasarkan hasil penilaian evaluasi implemantasi masterplan dan quick win smart city tahap I Gerakan 100 Smart City, dari 25 kabupaten dan kota mendapat nilai cukup baik.

Berdasarkan surat yang diterima dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, 30 Desember 2020 tadi, nilai rata-rata Kabupaten Banjar berada di posisi 3 terbaik dari 25 kabupaten dan kota. Sedangkan untuk level kabupaten berada di posisi terbaik kedua setelah Kabupaten Demak. Namun di antara kabupaten dan kota di Kalimantan, nilai Kabupaten Banjar merupakan terbaik pertama.

Hasil penilaian untuk rata-rata Kabupaten Banjar mendapatkan 3,41, pada kriteria baseline Kabupaten Banjar mendapat nilai 3,51, untuk nilai output dan outcome mendapat nilai 3,14 dan 3,34. Nilai untuk impact 3,8 sedangkan quick win diberi nilai 3,57.

“Alhamdulillah, dari hasil evaluasi implementasi Master Plan dan Quick Win Tahun 2020 yg dilakukan oleh Kemen Kominfo RI pada 25 Kabupaten/Kota yang terpilih pada Program Gerakan 100 Smart City di Indonesia, Kabupaten Banjar mendapatkan hasil peringkat 3 terbaik di tingkat nasional. Untuk ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi serta kerja semua SKPD dan stakeholder yg terkait,” ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM Hilman, di Martapura, Kamis (7/1/2121).

Dikatakan, evaluasi atas lima dimensi, yaitu Dimensi Base line, Dimensi Output pada Kebijakan, Kelembagaan dan Anggaran, Dimensi Outcome pada Program Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment, Dimensi Impact pada Perbaikan dan Keterlibatan Masyarakat serta Dimensi Quick Win dinilai dari inovasi, daya tarik, manfaat, keunikan, peluang kemitraan, potensi pengembangan, keberlangsungan, sumberdaya, manajemen resiko dan keberlanjutan.

Hasil evaluasi ini lanjut Hilman, sebagai bahan masukan untuk melakukan perbaikan dalam implementasi guna dapat mengintegrasikan teknologi dan informasi dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan sehingga bisa mempertinggi effisiensi, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Banjar

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar HM. Aidil Basith menyatakan bangga dengan capaian nilai terbaik di Kalimantan. Dia menyebutkan, semua yang dicapai tersebut merupakan komitmen tinggi dari kepala daerah serta dukungan seluruh SKPD di Kabupaten Banjar.
“Selanjutnya kita bersama dengan SKPD lainnya akan terus membenahi kekurangan sehingga benar-benar mampu mewujudkan Banjar Smart City. Terima kasih atas dukungan dan Kerjasama semua SKPD,” imbuhnya.

Sedangkan Kepala Bidang E-Government Diskominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar Cornelius Kristianto menambahkan, sebagai salah satu dari 100 kabupaten dan kota di Indonesia yang masuk Gerakan 100 Smart City, Kabupaten Banjar akan dievaluasi setiap tahunnya.
“Kabupaten Banjar masuk di periode ketiga pada 2019 bersama dengan 25 kabupaten dan kota lainnya untuk menggenapi 75 kabupaten dan kota yang terlebih dahulu lolos seleksi Gerakan 100 Smart City. Evaluasi pertama pada November 2020 lalu, melalui daring karena pandemic,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa untuk quick win Banjar Smart City adalah Gerakan Bersama Realisasi Aksi Sanitasi (Gebraks). Kabupaten Banjar tahun ini mengusulkan tambahan quick win Perpustakaan Online (i-Martapura).

Selanjutnya untuk mewujudkan smart city di Kabupaten Banjar akan terus meningkatkan infrastruktur jaringan internet dan intranet kecamatan, penambahan BTS utk wilayah blank spot, Integrasi Aplikasi Layanan Administrasi dan Layanan Umum, pemanfaatan pusat data di DKISP, tatakelola SPBE, kebijakan Smart City dan SPBE, penambahan jumlah dan kualitas SDM TIK, peningkatan peran serta masyarakat, literasi tentang Smart City serta dukungan anggaran. (nsh)

Baca Juga