HSS Usulkan Bangun Gudang SRG Tahun 2019 kepada Kemendag

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

HEADLINE9.COM, KANDANGAN – Untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Kabupaten HUlu Sungai Selatan (HSS), Dinas Perdagangan Kabupaten setempat tahun 2019 nanti akan mengajukan usulan pembangunan gudang SRG (Sistem Resi Gudang) ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Kepala Dinas Perdagangan HSS, HM Sufiani melalui Kabid Bina Perdagangan, M Afif Bizri menjelaskan bahwa usulan pembangunan gudang SRG ke Kemendag menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tersebut supaya tahun berikutnya gudang dapat di bangun.

“Pengajuannya tahun 2019 untuk DAK tahun 2020,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Supaya usulan pembangunan gudang SRG melalui DAK tersebut disetujui Kementerian Perdagangan, jajarannya sudah menyiapkan lokasinya.

BACA JUGA :  Tugu Bundaran Lukah Iwak Nagara Tinggal Finishing

“Rencana lokasi pembangunan gudang SRG akan diajukan ke Bupati HSS Achmad Fikry. Usulannya di kawasan Jalan HM Yusi, Kandangan,” sebutnya.

Jika pembangunan gudnag SRG di Kabupaten HSS terealisasi, Dinas Perdagangan akan bekerja sama dengan beberapa pihak terkait lainnya dalam pengelolaannya.

“Mulai dari Bank Indonesia (BI) sampai Bulog,” tutur Afif – panggilan M Afif Bizri.

Gudang SRG merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan gudang SRG petani nanti mendapatkan harga jual yang lebih baik dengan cara menyimpan komoditi di gudang. Hal ini dikarenakan saat panen raya harga umumnya rendah dan kemudian menjualnya saat harga tinggi.

BACA JUGA :  Satgas TMMD ke-103 Kodim 1003 Kandangan Rehab 2 Musala

Caranya dengan menitipkan hasil pertanian ke gudang dalam sistem SRG, yang sebelumnya harus melalui uji mutu dan dilindungi asuransi serta  lembaga penjamin resi gudang.

Resi gudang sebagai surat berharga yang dapat dijadikan sebagai agunan atau disimpan sebagai tanda kepemilikan barang.

Resi juga dapat dijadikan sebagai mendapatkan pinjaman dari Bank untuk pembiayaan modal kerja pada musim tanam berikutnya dengan jaminan SRG dan mendorong petani untuk berusaha secara berkelompok sehingga meningkatkan efektifitas biaya dan posisi tawar petani. (mbur)

Baca Juga