Berwisata Sambil Mengicip Buah Durian ke Danau Tamiyang, Pambakal Desa Mandikapau Jamin Tanpa Preman dan Pungutan Diluar Aturan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print

 

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Danau Tamiyang menjadi destinasi wajib dikunjungi tiap acara besar dan kecil.  Pemandangan jembatan yang membelah danau itu asli milik Desa Mandikapau Barat, dibuat khusus untuk pelancong lokal dan luar daerah, tidak salah bila tempat tersebut didaulat sebagai lokasi kontes durian tahun ini.

“Kami menjamin, Danau Tamiyang ini bebas dari preman, pungutan yang tidak resmi serta warga yang ramah,” kata Kepala Desa Mandikapau Barat Abdul Basit setelah Kontes Durian dan Gelar Buah Eksotis di Danau Tamiyang, Selasa (22/1) siang.

Tanpa ada kegiatan, pengunjung biasanya berkisar 100 sampai dengan 200 setiap hari. Meningkat tiap akhir pekan sebanyak 500-600 orang, dengan kontes durian ini, nama Danau Tamiyang terus berkibar sehingga pendapatan untuk desa terus meningkat.

“Penghasilan danau ini dibagi untuk kas desa, pengelola wisata, biaya pendidikan dan kesehatan warga.  Tahun ini kita kembali menambah wahana permainan anak, ada anggaran sekitar Rp1.5 miliar dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia mempersilakan warga datang ke Tamiyang menikmati seluruh spot yang disediakan, termasuk makan buah durian sambil bersantai.  Apalagi, Basit menegaskan, seluruh harga buah durian di Tamiyang lebih murah dibanding di perkotaan. Tiap waktu dikontrol dan bila berani menaikkan harga, langsung ditindak pengelola.

Sementara itu, Bupati Banjar H Khalilurrahman mengajak warga yang berwisata ke Danau Tamiyang bisa menikmati durian. Ia berterima kasih kepada warga Mandikapau Barat bersedia jadi lokasi kontes, ini upaya aparat desa mengembangkan perekonomian masyarakat desa setempat

Baca Juga