Headline9.com, MARTAPURA – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru terus dikebut. Dari 64 titik yang lahannya telah disiapkan pemerintah daerah, 59 gerai telah rampung dibangun, sementara target keseluruhan mencapai 310 titik.
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya mengatakan capaian 59 gerai tersebut telah melampaui target awal pembangunan sebanyak 55 gerai. Namun, pekerjaan masih panjang karena ratusan titik lainnya belum terselesaikan.
“Awalnya kita ditargetkan 55 gerai KDMP dan itu justru melampaui capaian target. Mudah-mudahan beroperasi bulan depan. Namun, kita masih ada target ratusan gerai KDMP yang masih harus dikejar,” kata Bambang, Kamis (13/8/2026) sore.
Menurut Bambang, target KDMP di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru sebanyak 310 titik. Ini merupakan bagian dari target nasional yang mencapai 35 ribu unit. Pembangunan setiap gerai membutuhkan lahan sekitar 600 meter persegi dengan status legalitas yang jelas.
Percepatan pembangunan masih menghadapi sejumlah kendala. Akses menuju lokasi yang sulit dan lambatnya pengangkutan material menjadi salah satu hambatan, ditambah keterbatasan tenaga kerja.
“Yang membuat progres kita masih terhambat adalah lambatnya pengangkutan bahan material karena jarak dan titik lokasi sulit dijangkau, termasuk keterbatasan pekerja,” ujarnya.
Bambang menyebut sebagian masyarakat lebih memilih bekerja di sektor pertambangan karena pendapatan yang dinilai lebih tinggi dibandingkan menjadi pekerja bangunan. Kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan tenaga kerja untuk pembangunan KDMP.
Meski begitu, KDMP yang telah rampung tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026. Beberapa gerai yang dinilai paling siap berada di Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru, serta Bincau dan Tanjung Rema Darat di Kabupaten Banjar.
Saat ini, fasilitas pendukung mulai disiapkan, seperti pendingin ruangan, rak besi dan mesin kasir. Kendaraan roda tiga dan truk juga telah tersedia untuk menunjang distribusi barang. “KDMP yang rampung dibangun sedang proses penyambungan instalasi agar bisa segera beroperasi,” katanya.
Namun, pembangunan sejumlah titik masih terbentur persoalan lahan. Bambang menyebut salah satu titik di Kecamatan Aranio berada di kawasan hutan lindung sehingga tidak dapat dibangun di lokasi tersebut. “Kalau membeli ataupun hibah bisa saja, tapi itu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dari sini peran pemerintah daerah (Pemda),” ujarnya.
Untuk titik di kawasan rawa seperti Aluh-Aluh, Gambut dan Kertak Hanyar, pembangunan akan didahului penyusunan Detail Engineering Design (DED). Penentuan lokasi tetap mempertimbangkan aspek teknis dan posisi yang dinilai strategis.
Dirinya memastikan titik pembangunan telah melalui kajian bersama pemerintah desa atau kelurahan dan Kodim 1006/Banjar. Ia juga menegaskan pembangunan tidak dilakukan dengan mengambil alih lahan pihak lain. Terkait pengelolaan lahan, Bambang mengatakan lahan untuk KDMP yang fisiknya telah dibangun menggunakan mekanisme pinjam pakai dengan sewa nol rupiah.
Setelah beroperasi, KDMP tidak hanya menyediakan kebutuhan bahan pokok, tetapi juga direncanakan memiliki klinik kesehatan dan apotek.
Bambang mengatakan pasokan barang akan diupayakan melalui distributor utama untuk memperpendek rantai distribusi, sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat mampu tersedia dengan menjaga harga tetap terkendali.
Reporter: Riswan | Editor: Nasrullah






