SAH…. Mada Teruna dan Ferryansyah Maju Melalui “Partai Paguruan”

HEADLINE9.COM, MARTAPURA – Calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar jalur independen Mada Teruna dan Ferryansyah kembali menerima KTP dukungan.

Kali ini diserahkan langsung oleh Guru Sibawaihi dari Tunggu Irang dan Guru Syafiq dari Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura.


Bergeraknya para paguruan di Pilkada 2020 adalah pemandangan langka. Alih alih netral, mereka menyuarakan aspirasi yang berasal dari akar rumput.

Sejak Mada-Ferry didaulat oleh ulama dan habaib, semakin banyak saja paguruan bergabung tanpa syarat dengan calon terkenal dengan seruan tanpa politik uang tersebut.

Dua birokrat ini memiliki reputasi dan dedikasi baik dalam bekerja di pemerintahan. Sehingga diperintahkan maju melalui partai paguruan atau kebangkitan paguruan. Itulah istilah yang biasa diungkapkan oleh para alim ulama dan guru agama.

Mereka mendesak agar marwah ulama dan habaib dalam struktur kehidupan sosial keagamaan di bumi Serambi Mekkah kembali pulih.

Sekaligus menjawab bahwa posisi Ulama dan Guru agama serta habaib itu sangat mulia. Mereka juru selamat umat. Yang berfungsi ikut memberikan nasihat serta mengawal ketat jalannya pemerintahan yang akan dijalankan oleh Mada Teruna dan Ferryansyah.

Posisi habaib dan ulama tetap utama karena Martapura adakah negeri para wali. Daerah religius yang sangat kental dengan tradisi ketaatan serta pendidikan yang mengedepankan adab. Pasalnya, para guru sangat memahami dan menghayati arti sebuah amanat yang diserahkan kepada ahlinya.

Guru Bawai dan Guru Syafiq mengaku siap mengantar dua birokrat itu maju menjadi calon sampai menjabat serta menjaga bila terpilih. Ia mengaku bahagia akhirnya ada dua birokrat yang maju dalam satu paket calon Bupati dan Wakil Bupati Banjar. Tagline Mada-Ferry ujarya Mari Membangun Negeri yang sangat sesuai dengan amanat para pendahulu.

BACA JUGA :  Nadjmi Raih Penghargaan Entrepreneur Award 2019.

Ditambah dengan gerakan Relawan Sahabat Membangun Negeri yang bekerja murni atau tanpa imbalan. Bangga menjadi sukarelawan karena ada nilai kebaikan di dalamnya. Sampai saat ini, pengumpulan dukungan berjalan lancar. Hal itu setelah mendapat dukungan paguruan senior yang memiliki kejernihan pikiran dan hati dalam bertindak.

Dikatakan Guru Bawai, Pilkada Banjar merupakan momen penting untuk berbuat kebaikan. Caranya, dengan memilih pemimpin yang benar-benar berangkat dengan niat untuk membangun negeri para Wali. Lebih lagi, disebutkannya Mada Teruna – Ferryansyah direstui dan diperintahkan oleh para paguruan untuk memimpin Kabupaten Banjar karena berasal dari birokrat yang dicintai Habaib dan paguruan.

“Mada – Fery berasal dari birokrat yang sudah tentu memahami soal pemerintahan. Dan juga keduanya dicintai habaib dan paguruan. Dukung Mada – Fery untuk keselamatan,” kata Guru Bawai dirumahnya Desa Tunggul Irang.

Senada dengan Guru Bawai, Guru Syafiq turut menyatakan dukungannya ke Mada – Fery untuk memimpin kota berjuluk Serambi Mekkah Kabupaten Banjar. Diyakininya, pasangan Birokrat Spiritualis Mada – Fery merupakan pilihan tepat untuk menjadi nahkoda pemerintahan kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Komitmen pasangan Mada – Fery untuk tidak melakukan politik uang dalam pilkada Banjar sangat baik. Saya dukung sepenuhnya untuk kebaikan negeri ini,” pungkasnya. (adv)