Dampak COVID-19 Terhadap Pelayanan Dan Pendapatan Samsat Kota Banjarbaru

Kondisi pelayanan dikantor samsat Banjarbaru

HEADLINE9.COM.BANJARBARU – Menghindari wabah Covid-19 pihak Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Banjarbaru melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Seperti mengambil kebijakan pengurangan jam pelayanan di kantor. Kebijakan ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas di Kalsel Khususnya Kota Banjarbaru. Kebijakan ini tentunya untuk pelayanan di kantor Samsat Banjarbaru jam kerja hari Senin-kamis dan sabtu pukul 08.30 – 13.00 WITA, serta Jumat 08.30-11.00 WITA.

Kepala UPPD Samsat Banjabaru Tommy Hariadi. Foto: aptr

Menurut Kepala UPPD Samsat Banjarbaru, Tommy Hariadi, pihaknya telah mengambill kebijakan pengurangan jam pelayanan dikantor dan selain itu masyarakat mendapatkan pelayanan kedua tanpa tatap muka melalui aplikasi Samsat Online Nasional (Samonas) yang sudah ada sejak di 2019 lalu.

“Masyarakat dapat melalui jalur online atau pelayanan samsat antar jemput yang telah kami sediakan agar memudahkan masyarakat dalam melakukan penyetoran wajib pajak kendaraan bermotor. ,”jelas Tommy saat ditemui dikantornya pada Kamis (26/03).

Tommy menjelaskan pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan, dan dilakukannya pemberian jarak kepada masyarakat yang melakukan pengurusan. Dengan begitu diharapkan bisa mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 di kantor Samsat.

“Pemberian jarak ini dengan cara memberikan tanda pada setiap bangku di ruang tunggu yang ada. Setiap wajib pajak diberikan jarak satu kursi dengan yang lainnya agar tidak terlalu dekat jaraknya demi pencegahan penyebaran virus,”ujarnya.

Selain itu dampak dari Covid-19 mengalami penurunan dan dalam akhir pekan ini telah mencatat, setidaknya saat ini  penurunan pendapatan dileading sektor wajib pajak kendaraan bermotor sebesar 50 persen. Hal tersebut, disebabkan oleh adanya kekhawatiran masyarakat terhadap wabah virus corona atau covid-19 di wilayah Kalimantan Selatan.

BACA JUGA :  Malam Pertama Hari Santri Dipadati Pengunjung

“Melihat hal tersebut kami saat ini akan terus berupaya dalam meningkatkan target PAD nya di wilayah Kalimantan Selatan khususnya di Kota Banjarbaru yang mana sumber utama pendapatannya dari pajak kendaraan bermotor,”jelasnya.

Selain itu ia menyampaikan untuk penurunan sebesar 50 persen, yang tadi perhari bisa mendapatkan 400 juta hingga 500 juta, kini hanya setengah saja. Maka pihaknya akan segera mengantisipasi ini agar PAD daerah tetap stabil guna dapat menanggulangi anggaran belanja daerah yang semakin besar.

“Kami akan memaksimalkan pelayanan samonas kepada masyarakat dan memberikan pelayanan antar jemput gratis agar tidak terjadi penurunan,”pungkasnya