Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Banjar
  4. »
  5. Bupati Banjar Letakan Batu Pertama Kotaku

Bupati Banjar Letakan Batu Pertama Kotaku

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit

headline9.com, MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur melakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan lingkungan dan septic tank komunal reguler kota tanpa kumuh (KOTAKU) tahun 2021. Program tersebut dilaksanakan di Jalan Karya Tani RT 001 Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Kamis (23/7/2021).

Bupati Banjar mengatakan, program KOTAKU mengintegrasikan berbagai sumber daya dan sumber pendanaan yang ada.
“Termasuk dari pemerintah pusat, provinsi, kota dan kabupaten, swasta, maupun masyarakat yang secara bersama-sama berperan aktif dalam mendukung program KOTAKU,” jelasnya.

Untuk itu lanjut Saidi, diperlukan komitmen bersama dalam penanganan, guna mewujudkan permukiman layak huni dan berkelanjutan, baik di lokasi pencegahan maupun di lokasi peningkatan.
Dikatakan, penting sekali untuk menentukan langkah strategis dalam penanganan kumuh secara komprehensif dan kolaboratif baik dari segi pembiayaan maupun program .

BACA JUGA :  Pemkab Banjar Terima Bantuan CSR Untuk Korban Banjir

Sementara itu Anggota DPR RI Dapil Kalsel 1 Rifkynizamy Karsayuda menyampaikan, Program Kota Tanpa Kumuh adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung ” Gerakan 100-0-100 yaitu 100 persen Akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak .

BACA JUGA :  Ada Pojok Baca Untuk Disabilitas Netra di Kabupaten Banjar

“Saya turut mengapresiasi atas support dari Bupati dan Wakil Bupati Banjar atas terselenggaranya peletakan batu pertama di Kelurahan Sungai Lulut berupa pembangunan jalan lingkungan dan Septitank Komunal di RT 001 Kelurahan Sungai Lulut. Semoga dengan program KOTAKU tidak ada lagi lingkungan kumuh di lingkungan perkotaan .Hal ini guna mendukung terwujudnya pemukiman kota yang layak huni , produktif dan berkelanjutan ,” harapnya .

Lebih lanjut , Rifkynizamy menyampaikan program ini sepenuhnya akan melibatkan masyarakat. “Anggaran juga sepenuhnya dikelola oleh masyarakat melalui Badan Keswadayaan Masyarakat,” imbuh dia.

Baca Juga