Tugu Bundaran Lukah Iwak Nagara Terkandung Makna Filosofi Lokal

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, KANDANGAN – Pembangunan bundaran dengan desain Lukah Iwak (Alat tangkap ikan tradisional) di kawasan simpang empat Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Daha Selatan, akhirnya mulai dikerjakan.

Pengerjaan tugu akan menjadi ikon baru ini bagi warga Nagara atau Kecamatan Daha ini setelah Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry didampingi Wakil Bupati Syamsuri Arsyad melakukan peletakan batu pertama pembangunan.

Bupati HSS, Achmad Fikry mengatakan bahwa pembangunan bundaran Lukah Iwak ini sebagai pemenuhan aspirasi warga Nagara ingin mempunyai ruang terbuka hijau dan sebagai daerah kaya dengan segala potensinya mulai dari berbagai hasil pertanian sampai kerajinan.

“Semoga dengan adanya bundaran ini akan memperindah wilayah Nagara. Bundaran ini juga sekaligus untuk memudahkan arus lalulintas pengendara,” ujar Fikry.

Jika bundaran Lukah Iwak selesai, semua warga dapat memelihara dan merawat dengan baik. Supaya dapat bertahan lama. “Apa yang sudah dibangun pemerintah mari kita jaga dan rawat bersama-sama,” pinta bupati.

BACA JUGA :  Tinggal Pasang Keramik, Musala Darusholihin Segera Rampung

Dengan banyaknya potensi dimiliki wilayah Nagara, ke depan juga akan dibangun berbagai potensi yang menggambarkan kayanya daerah yang dimiliki.

Untuk menghijaukan wilayah Nagara, rencana minggu depan Pemkab HSS akan melakukan tanam pohon di wilayah Pihanin Raya serta kawasan rumah sakit daha sejahtera.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) MK Saputra menjelaskan pembangunan bundaran Lukah Iwak bagian dari program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten HSS.

Awalnya desain bundaran ada tiga jenis yaitu Lukah Iwak, gumbili dan semangka. Setelah dilakukan diskusi dan saran dari tokoh Nagara disepakati bundaran yang dibuat adalah Lukah Iwak.

Filosofi Lukah Iwak ini adalah sebuah alat tangkap tradisional warga Daha yang sebagian besar wilayahnya adalah rawa, sehingga mayoritas mata pencahariannya sebagai nelayan air tawar. Untuk menangkap ikan kebanyakan warga menggunakan perangkap ikan yang biasa disebut “lukah”.

Sedangkan “Iwak” berasal dari iwak papuyu atau ikan betok yang merupakan hasil tangkapan utama yang diharapkan dari pemasangan lukah tersebut. Iwak papuyu menyimbolkan kekuatan karena mempunyai sirip-sirip kuat dan tajam dan mampu bertahan walau bulan kemarau, juga sebagai simbol keberhasilan dan kesuksesan serta kemakmuran orang Daha.

BACA JUGA :  Polres HSS Raih Penghargaan Layanan Publik Kategori Baik

Sementara Kabid Pertanahan dan Prasarana Sarana Utilitas (PPSU) Dispera KPLH, Mahyuni mengatakan bahwa pembangunan bundaran Lukah Iwak menggunakan dana Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp 198 juta lebih akan dikelilingi ornamen relief dari ukiran tembaga dilengkapi dengan penerangan lampu LED warna warni.

“Ditargetkan sebelum akhir tahun bundaran Lukah Iwak sudah selesai,” ujarnya.

Tugu bundaran Lukah Iwak dibangun dengan konstruksi beton bertulang supaya tahan terhadap beban mekanis.

Ornamen iwak menggunakan bahan sejenis tembaga dan lukah menggunakan besi galvanis bukan pipa sehingga tahan lama.

Tugu juga akan dilangkapi dengan lampu hias dengan pencahayaan persis seperti yang terdapat di tugu Dodol Kandangan. (mbur)

Baca Juga