Harga Gula Pasir dan Tepung Terigu di Kalsel Terus Mengalami Kenaikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Headline9.com, BANJARBARU – Harga gula dan tepung di Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu lalu telah mengalami kenaikan dan diperkirakan dalam beberapa waktu kedepan akan terus naik.

Seperti yang diketahui, mulanya harga gula pasir dipatok di harga Rp 13.000 per Kg dan untuk harga tepung awalnya Rp 8.000 per Kg.

Sedangkan, saat ini untuk harga gula pasir dikisaran Rp 14.000 – Rp 15.000 per Kg, dan untuk tepung terigu di harga Rp 9.000 – Rp 10.000 per Kg.

Pantauan Headline9.com, Minggu (15/01/2022) untuk wilayah Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, dan Hulu Sungai Utara (HSU) harga masing-masing item berada di harga tertinggi per Kg.

BACA JUGA :  Pemkab Balangan Silaturahmi Sekaligus Serahkan Dana Hibah

Seorang pemilik warung di Desa Batumandi Kabupaten Balangan, Fajerianoor mengungkapkan kenaikan harga sudah terjadi mulai sepekan lalu.

“Harga gula pasir dan tepung terigu sudah mengalami kenaikan mulai sepekan yang lalu,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, tepung terigu juga sempat habis stok beberapa hari tanpa tahu apa penyebabnya.

“Tidak hanya naik harga, tepung terigu beberapa hari yang lalu juga sempat mengalami habis stok,” tambahnya.

Senada dengan pemilik warung di wilayah HSU, Fika juga menyebutkan harga gula pasir dan tepung beberapa hari ini mengalami kenaikan harga.

BACA JUGA :  Wakapolda Kalsel Cek Gudang Logistik KPU Banjarbaru Dan Kunjungi Polres Banjarbaru

“Betul beberapa hari ini harga gula pasir dan tepung terigu memang naik,” jelas Fika.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani menjelaskan penyebab naiknya harha gula pasir.

“Oktober 2021 musim tebu selesai, jadi perlu enam bulan lagi untuk menunggu musim giling, saat ini pemerintah melakukan impor bahan baku raw sugar dari China, Australia, dan India,” ujar Birhasani kepada awak media, Kamis (13/01/2022) lalu.

Birhasani juga membeberkan krisis gula pasir tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan, namun di seluruh Indonesia. (Ald)

Baca Juga