Pemkab Balangan Peringati HPSN 2022, Simak Kata Wabup Supiani

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

Headline9.com, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan peringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022, bertempat di kantor Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan, Senin (21/03/2022).

Wakil Bupati Balangan, Supiani mengatakan sampah adalah salah satu penyebab menurunnya kualitas lingkungan hidup, terlebih lagi sampah salah satu sumber emisi gas rumah kaca.

“Jenis-jenis gas yang memicu peningkatan suhu bumi atau pemanasan global dan berakibat terjadinya perubahan iklim, salah satu jenis gas rumah kaca yang banyak berasal dari sampah atau limbah adalah gas metana,” kata Supiani.

Lanjut ucapnya, penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor persampahan sangat penting karena akan terkait dengan upaya menahan gas buang melalui sistem pengelolaan bersiklus, sehingga tidak ada material terbuang menjadi gas.

BACA JUGA :  Pemkab Balangan Tanam Perdana di Sawah Desa Balida

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan Musa Abdullah, mengatakan kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022 ini pihaknya laksanakan sesuai dengan tema KLHK tentang kelola sampah, kurangi emisi gas buang dan bangun proklim.

“Kami libatkan berbagai sektor dalam pengelolaan sampah sesuai arahan dari menteri dan Dirjen Pengelolaan Sampah, bahwa cikal bakal dari pengurangan emisi gas rumah kaca berasal dari kegiatan pengelolaan sampah, yang mana kalau sampah kita terkelola, emisi gas buang yang dibuang ke udara juga akan bisa diturunkan,” ujar Musa Abdullah.

BACA JUGA :  Puluhan KTP ASN di Balangan Ditahan Anggota Saat Pemeriksaan

Dirinya menyebutkan, pihaknya sudah memulai dengan program-program mitra kerja yaitu Balangan Coal dengan menetapkan satu desa pusat daur ulang yaitu Desa Murung Ilung, Kecamatan Paringin.

Desa tersebut mengembangkan Zero Trash atau nol sampah yang dibuang ke TPA, mereka mengelola pusat daur ulang dengan memanfaatkan sampah organik menjadi bubur maggot sehingga menjadi bernilai ekonomi.

“Yang tadinya sampah organik tidak terkelola hanya dibuang ke TPA, sekarang sudah mereka kelola menjadi pakan dari ulat maggot dan hal itu menjadi nilai jual yang tinggi,” tutupnya. (Ald)

Baca Juga