Berkali-kali Viral di Media Sosial Ditambah Testimoni Pengunjung, Pesona Matang Keladan Tak Ada Matinya

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit
Pesona Puncak Bukit Matang Keladan

HEADLINE9.COM, MARTAPURA  – Objek wisata alam di Kabupaten Banjar dikenal komplet. Salah satu yang menjadi favorit dan mulai dikenal pengunjung luar Kalsel adalah Puncak Bukit Matang Keladan di Desa Tiwingan, Kecamatan Aranio yang jadi bahan perbincangan hangat di media sosial berkat postingan para traveler.

Hari biasa, objek wisata yang menyuguhkan pemandangan Waduk Riam Kanan ini dijuluki sebagai Raja Ampatnya Kalsel. Keindahan alamnya boleh dicoba para pelancong yang belum pernah dan  masih penasaran setelah menyaksikan gambar-gambar menarik dari puncak matang keladan tersebut.

Puncak Bukit Matang Keladan

“Saya ke sini karena tertarik dengan gambar Matang Keladan dari media sosial. Sekalian liburan dan mengunjungi keluarga ada kesempatan naik ke bukit. Alhamdulillah, ternyata memang indah, “ kata Intan, traveler dari Kediri, Jawa Timur, Rabu (19/12) siang.

Diakui Intan, meski jalan menuju Puncak  Matang Keladan cukup melelahkan, setibanya di puncaknya semua rasa lelah itu terbayar lunas. Tampilan alam sangat luar biasa.

“Pemandangan seperti ini belum saya lihat di pulau Jawa. Dari ketinggian saya melihat danau yang sangat besar lengkap dengan gugusan pulau mini. Kalau di jawa biasanya danaunya di biarkan saja, ”ucapnya.

BACA JUGA :  Bupati Banjar Tinjau Langsung Pelayanan Disdukcapil.

Dikatakannya, untuk mencapai puncak, dirinya bersama tiga rekan lainnya menggunakan jasa tukang ojek yang disediakan oleh masyarakat setempat. Alasan mengontrak ojek karena tidak terlalu kuat berjalan kaki.

Puncak Bukit Matang Keladan

“Masyarakat di sini juga ramah dan siap menolong wisatawan yang belum mengenal Matang Keladan,” tutur Intan yang bakal menjajal objek wisata alam lain yaitu Danau Tamiang, Desa Mandikapau Barat, kecamatan Karang Intan.

Sedangkan Pambakal Tiwingan Arbani menuturkan, Nama Matang Keladan ini diambil dari nama  Pematang, artinya Puncak sedangkan nama  Keladan sendiri berasal dari nama pohon yang tumbuh di puncak.

“Bukit Matang Keladan ini mulai diresmikan dari tahun 2014. Dari Desa Tiwingan menuju puncak kurang lebih 30 menit, itu kalau kita jalan kaki. Naik ojek makin cepat,” tutur Arani.

Semenjak menyandang sebagai objek wisata, Bukit Matang Keladan menjadi salah satu destinasi favorit. Tamu, terang Arbani bukan hanya dari Kalimantan Selatan, melainkan datang dari pulau jawa.

BACA JUGA :  Datangkan Pelatih dari Jogja, Disperindag Banjar Ajari Petani Kembang 

“Seingat kami, wisatawan yang pernah ke sini mengaku dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta dan Medan. Belum lama tadi dari luar negeri seperti Prancis, Irlandia, Kanada, dan Cina, diperkirakan dalam satu pekan pengunjung mencapai 2 ribu orang,” tambahnya.

Ditambahkan Arbani, daya tarik dari Puncak Matang Keladan menawarkan pemandangan menarik. Dari bukit tertinggi, pengunjung disuguhkan pemandangan gunung, danau, keramba, pulau-pulau kecil, juga matahari terbit.

“Alhamdulillah, kami mendapat bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi seperti proyek pembuatan jalan dan penerangan ke puncak. dari Taman Hutan Raya diberikan toilet umum,” tegasnya

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar Aidy Hikmatullah mengatakan, pihaknya berupaya menjual objek wisata tersebut. Tiap tahun harus bertambah pengunjung yang mendatangi Matang Keladan.

Wisatawan bersedia datang berkat dikenalkan melalui media sosial serta berita positif media online. Termasuk testimoni pengunjung sendiri yang pernah menjajal Matang Keladan.

“Kami juga melatih masyarakat setempat. Mereka kami berikan bekal cara menyambut tamu dan bersikap kepada pengunjung,” pungkasnya.(sairi)

Baca Juga