Search
Close this search box.
  1. Home
  2. »
  3. Politik
  4. »
  5. Menolak Lupa ‘PSU’ dan ‘Pleno’, Ketua KPU Kalsel Sebut Kabupaten…

Menolak Lupa ‘PSU’ dan ‘Pleno’, Ketua KPU Kalsel Sebut Kabupaten Banjar Dapil ‘Neraka’

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Print
Reddit
Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, saat diwawancarai sejumlah awak media, usai menyebut Kabupaten Banjar Jadi Dapil 'Neraka', digelaran acara pelantikan PPS se- Kabupaten Banjar, Minggu (25/5/2024) siang.

Headline9.com, MARTAPURA – Kabupaten Banjar disematkan sebagai Daerah Pemilihan (Dapil) ‘Neraka’. Sebutan itu dilontarkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, Andi Tenri Sompa, saat menghadiri pelantikan 870 Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat, di Grand Qin Hotel Banjarbaru, Minggu (25/5/2024).

“Kabupaten Banjar sangat luas dan rapat pleno pemilu kemarin selalu menambah hari karena juga jumlahnya yang banyak. Kita ketahui kan kecamatannya ada 20, desanya 277 dan 13 kelurahan,” katanya, kepada sejumlah awak media.

Apakah Pemilihan Suara Ulang (PSU) pada tahun 2021 lalu juga menjadi menyebab atau alasan kuat Tenri memberikan label ‘Neraka’ kepada Bumi Barakat? Ia hanya menjawab singkat sembari tertawa kecil. “May be (mungkin),” ucapnya.

Dalam sambutannya pun, ia menegaskan, Kabupaten Banjar juga menjadi wilayah yang paling rumit se- Kalimantan Selatan setelah memiliki DPT (Daftar Pemilih Tetap) terbesar. Kenapa label itu demikian disematkan?

BACA JUGA :  Nasdem Banjar Serahkan Berkas Balon DPRD ke KPU

“Bukan dari peserta pemilu lagi yang mengatakan, tetapi penyelenggara ditingkat provinsi yang menyebut Kabupaten Banjar berlabel ‘Neraka’. Karena dari periode ke periode untuk even pemilu selalu menambah hari pada kegiatan pleno di Provinsi Kalsel. Termasuk wilayah ini juga yang mengadakan PSUnya,” bebernya.

Ia menyebut, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Banjar juga banyak dan nomor dua se- Kalimantan Selatan. Bahkan, memerlukan proses waktu yang cukup banyak, termasuk setiap jenjang perdebatan (rapat pleno) terjadi.

“Itu yang membuat lama. Alhamdulillah di tempat kita lancar (rapat pleno provinsi),” ungkapnya.

BACA JUGA :  Andin Sofyanoor Serahkan Berkas ke PDIP Banjar

Ditanya lagi apakah ini sebagai ‘warning’? Dia menegaskan, hanya sebagai motivasi untuk KPU Kabupaten Banjar agar bekerja lebih safety.

“Serius, bertanggungjawab terhadap pekerjaan. Jika diminta data harus segera, jangan lambat-lambat, karena merasa pekerjaan sudah selesai lalu tidak menyelesaikan nah ini warning (perhatian) bagi mereka,” tegas dia.

Sementara, Ketua KPU Kabupaten Banjar, M Noor Aripin, mengatakan, apa yang disampaikan Ketua KPU Kalsel tadi menjadi semangat dan motivasi bagi mereka menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 agar berjalan sukses.

“Artinya Kabupaten Banjar ini harus dalam persiapan maksimal, kemudian bekerja keras dengan tulus dan sepenuh hati, atau jangan sesuka hati,” turur Aripin.

Reporter : Riswan Surya
Editor : Nashrullah

Baca Juga