Headline9.com, MARTAPURA – Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, hadir dalam peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Indonesia (BSI) yang baru. Kantor ini merupakan relokasi dari Jalan Ahmad Yani Kilometer 40 ke Kilometer (KM) 39, Martapura, Kabupaten Banjar, Senin (9/2/2026).
Grand Opening BSI KCP Martapura ditandai dengan pemotongan pita, doa bersama, serta peninjauan ruangan. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan BSI, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Banjar Ikhwansyah, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan.
Habib Idrus Al Habsyi mengatakan Pemerintah Kabupaten Banjar menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada manajemen Bank Syariah Indonesia atas pembukaan KCP Martapura di lokasi yang dinilai strategis, yakni di jalur utama Jalan Ahmad Yani, tepat di samping Mini Market Sari Alam.
“Kehadiran BSI di jantung Kota Martapura ini bukan hanya sebagai ekspansi bisnis perbankan, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Kabupaten Banjar yang dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah,” ujarnya.
Kota Martapura, tambah Idrus Al Habsyi, memiliki karakteristik ekonomi yang unik sebagai pusat perdagangan permata yang telah dikenal luas. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan produk Bullion atau layanan emas yang dimiliki BSI. “Saya berharap BSI dapat menjadi mitra strategis bagi pedagang, pelaku UMKM, dan masyarakat luas dalam mengelola keuangan maupun investasi yang aman, amanah dan sesuai prinsip syariah,” harapnya.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BSI Region IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, menyampaikan relokasi KCP Martapura merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat Kabupaten Banjar serta memperluas jangkauan pelayanan. “Kehadiran BSI KCP Martapura merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan perbankan syariah yang modern, inklusif dan sesuai prinsip syariah kepada masyarakat,” katanya.
Dijelaskannya, per 31 Desember 2025 aset Bank Syariah Indonesia telah mencapai Rp466 triliun dan menempati peringkat keenam di antara bank-bank besar nasional. Per 23 Januari 2026, BSI juga telah memperoleh legalisasi dari Kementerian Keuangan sebagai Bank BUMN di bawah Danantara, sehingga kini bernama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk dan sejajar dengan bank-bank Himbara.
















