headline9.com, BANJARBARU – Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kalimantan Selatan pada minggu pertama Mei 2026 tercatat stabil meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Kondisi tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK), yang diikuti Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara daring dari Command Center Kantor Gubernur Kalsel, Senin (11/5/2026).
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah. Kegiatan tersebut menggabungkan dua agenda nasional, yakni peluncuran bahan ajar pendidikan antikorupsi dan rapat rutin pengendalian inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri.
Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi merupakan hasil kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Dalam Negeri. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai integritas sejak usia dini.
Dinansyah mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh implementasi pendidikan antikorupsi sebagai langkah preventif membangun generasi yang berintegritas.
“Pendidikan antikorupsi sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk karakter generasi muda agar terhindar dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di masa mendatang,” ujarnya.
Usai peluncuran buku panduan, rapat dilanjutkan dengan pembahasan perkembangan inflasi dan harga kebutuhan pokok di daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPH Kalimantan Selatan pada minggu pertama Mei 2026 mengalami penurunan sebesar 0,83 persen.
Didampingi Pelaksana Harian Kepala BPS Kalimantan Selatan, Ahmad Muzakkir, Dinansyah menyebut kondisi harga di Kalimantan Selatan masih terkendali.
“Pada minggu pertama Mei 2026, IPH di Kalimantan Selatan cenderung stabil. Kalaupun ada kenaikan pada beberapa komoditas, harganya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelasnya.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain beras medium dan minyak goreng di Kabupaten Tapin serta Kabupaten Tanah Bumbu. Namun kenaikan tersebut dinilai belum memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas harga secara keseluruhan.
Sementara itu, data BPS menunjukkan inflasi tahunan (year on year) Kalimantan Selatan pada April 2026 sebesar 3,67 persen. Angka tersebut dipengaruhi kenaikan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran masyarakat.
Di sisi lain, inflasi bulanan (month to month) April 2026 terhadap Maret 2026 mengalami deflasi sebesar 0,04 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date) hingga April 2026 tercatat sebesar 1,52 persen.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Lintas SKPD lingkup Pemprov Kalsel pada 7 Mei 2026, Gubernur Muhidin telah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk terus memantau perkembangan harga komoditas strategis serta melaporkan setiap perkembangan secara berkala.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap stabilitas harga dapat terus terjaga melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan optimal.

