Tutup TMMD Danrem 101/Antasari dan Dandim1003/Kandangan Naik Reok Ponorogo

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on reddit
Reddit

HEADLINE9.COM, KANDANGAN – Berbagai kegiatan digelar memeriahkan upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan Kodim 1003/Kandangan di Lapangan Lambung Mangkurat, Selasa (13/11).

Salah satunya menampilkan kesenian tradisional Reok Ponorogo.

Kodim 1003/Kandangan khusus mendatangkan kesenian reok Singo Tresnojoyo dari Kabupaten Tabalong untuk menghibur tamu dan masyarakat yang hadir saat upacara penutupan TMMD ke-103 tahun 2018.

Atraksi para para penari singo tresnojoyo mampu memakau para peserta upacara dan masyarakat hadir di Lapangan Lambung Mangkurat Kandangan.

BACA JUGA :  Rp 798 Juta untuk Percantik Taman Darmansyah Zauhidie

Bahkan Danrem 101/Antasari Kolonel Arm Syaiful Rachman dan Dandim 1003/Kandangan Letkol (Inf) Suhardi Aji Sriwijayanto ikut merasakan sensasi diangkat diatas kepala singa. Sampai peserta upacara juga ikut merasakan sensasi berada di atas kepala Reok Ponorogo.

Dandim 1003/Kandangan Letkol (Inf) Suhardi Aji Sriwijayanto mengatakan penampilan kesenian reok ponorogo ditampilkan saat upacara penutupan TMMD untuk melestarian kebudayaan Indonesia, supaya dapat dilestarikan.

BACA JUGA :  Pemasangan Box Culvert Capai 85 Persen

“Berbagai kesenian tradisional ada di Indonesia. Dengan adanya antraksi ini masyarakat mengetahui kesenian reok itu seperti apa,” ujarnya.

Aji berharap kesenian dan kebudayaan daerah di Indonesia dapat terus dipertahankan dan dilestarikan.

Danrem 101/Antasai Kolonel Arm Syaiful Rachman mengatakan sensasi diangkat diatas kepala singa reok ponorogo suatu pengalaman yang tidak akan terlupakan.

“Walaupun agak takut-takut, tapi senang dan memacu adrenalin,” ujar Danrem. (mbur)

Baca Juga